welcome

Minggu, 05 Desember 2010

KAITAN ALIRAN ROMANTISME DENGAN KARYA SASTRA


TUGAS ESTETIKA
KAITAN ALIRAN ROMANTISME DENGAN KARYA SASTRA


Oleh:


1.      Novi Fransiska                  2111409001
2.      Puji Lestari                        2111409013
3.      Nurul Hasanah                  2111409022
4.      Febri Nur Indah Sari         2111409024

















PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010
1.ALIRAN ROMANTISME

Romantisme adalah aliran dalam karya sastra yang mengutamakan perasaan. Romantisme ini timbul sebagai reaksi terhadap rasionalisme yang menganggap segala rahasia alam bisa diselidiki dan diterangkan oleh akal manusia.

Romantisme dianggap sebagai aliran yang lebih mementingkan penggunaan bahasa yang indah, mengawang ke alam mimpi. Pengalaman romantisme adalah pengalaman yang hanya terjadi dalam angan-angan, seperti lamunan muda-mudi dengan kekasihnya.
Aliran romantisme ini menekankan kepada ungkapan perasaan sebagai dasar perwujudan
pemikiran pengarang sehingga pembaca tersentuh emosinya setelah membaca ungkapan
perasaannya. Untuk mewujudkan pemikirannya, pengarang menggunakan bentuk
pengungkapan yang seindah-indahnya dan sesempurna-sempurnanya. Aliran romantisme
biasanya dikaitkan dengan masalah cinta karena masalah cinta memang membangkitkan
emosi. Tetapi anggapan demikian tidaklah selamanya benar.
Aliran romantic mengutamakan rasa, sebagai lawan aliran realisme. Pengarang romantis mengawang kealam khayal, lukisannya indah membawa pembaca kealam mimpi. Yang dilukiskannya mungkin saja terjadi, tetapi semua dilukiskan dengan mengutamakan keharuan rasa para pembaca. Bila seseorang berada dalam keadaan gembira, maka suasana sekitarnya harus pula memperlihatkan suasana yang serba gembira, hidup, berseri-seri. Demikian juga sebaliknya. Kata-katanya pilihan dengan perbandingan-perbandingan yang muluk-muluk.
Aliran romantic terbagi pula atas aktif romantic dan pasif romantic. Dinamakan aktif romantic apabila lukisannya menimbulkan semangat untuk berjuang, mendorong keinginan untk maju. Dinamakan pasif romantic, apabila lukisannya berkhayal-khayal, bersedih-sedih, melemahkan semangat perjuangan.
Intinya, romantisme adalah sebuah aliran seni yang menempatkan perasaan manusia sebagai unsur yang paling dominan. Dan karena cinta adalah bagian dari perasaan yang paling menarik, maka lambat laun istilah ini mengalami penyempitan makna. Sastra romantis pun diartikan sebagai genre sastra yang berisi kisah-kisah asmara yang indah dan penuh oleh kata-kata yang memabukkan perasaan,
sejarah romantisme, yakni sebuah gerakan di dunia seni yang berawal pada abad ke-19. Gerakan ini memfokuskan diri pada hal-hal yang berhubungan dengan emosi (perasaan) dan kebebasan berimajinasi. Di Eropa, gerakan ini dipelopori oleh sejumlah seniman, seperti William Blake, Lord Byron, Samuel Taylor Coleridge, John Keats, Percy Bysshe Shelley, dan William Wordsworth.

2. KAITAN KARYA SASTRA DENGAN ALIRAN ROMANTISME
Fatwa Cinta Kahlil Gibran
Hidup tanpa cinta
Laksana sebuah pohon tanpa bunga dan buah
Cinta tanpa keindahan
Laksana bunga tanpa keharuman dan
Laksana buah tanpa biji
Hidup, cinta, dan keindahan adalah tiga perkara dalam satu inti
Yang berdiri sendiri,
Mutlak dan tak bisa dipindahkan atau diubah
Impian dan cinta akan saling memberi satu dengan yang lain,
Serupa dengan apa yang dilakukan matahari
Ketika mendekati malam
Dan yang dilakukan bulan ketika mendekati pagi
Jangan anggap cinta datang dari persahabatan yang lama dan hubungan akrab
Cinta anak keturunan kecocokan jiwa
Dan jika kecocokan itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tumbuh
Dalam hitungan tahun bahkan abad.
Analisisnya:
Di dalam fatwa cinta tersebut, Kahlil Gibran berusaha menggambarkan bagaimana bila rasa cinta itu tumbuh tanpa kita sadari. Dan rasa cinta itu adalah perasaan yang paling indah untuk menghiasi hidup kita. Dimana pembaca dibawa pengarang untuk membayangkan bagaimana deskripsi cinta menurut kejadian alam. Dalam fatwa cinta ini membuktikan bahwa cinta sangat penting dalam kehidupan. Tanpa cinta laksana pohon tanpa bunga dan buah. Dimana pohon bila tidak memiliki bunga dan buah merupakan pohon yang tidak sempurna. Maka cinta menurut definisi Kahlil Gibran berguna untuk menyempurnakan hidup. Aliran romantisme dalam puisi tersebut sangat terasa karena dari segi bahasa dan simbolisnya membuat perasaan kita menjadi senang dan mengerti apa arti cinta. Dalam hal ini cinta dalam aliran romantisme sangat dominan.
Aliran romantisme membawa pengarang ke dalam suasana romantisme yang menghasilkan karangan yang menggugah hasrat mengenai perasaan baik bagi pengarangnya maupun penikmatnya. Pengamatan dari sang pengarang yang ditumpahkan lewat bahasa yang tidak biasa  atau bukan bahasa sehari-hari. Aliran romantisme mempengaruhi sedikit banyak isi dan makna dari setiap karangan yang tercipta, baik secara keseluruhan atau dari inti-intinya saja. Makna yang terkandung menjadi bahan refleksi tersendiri yang dapat membuat pribadi menjadi lebih baik dari sebelumnya, terutama dalam hal perasaan yang halus. Persaan dan logika tidak jarang dapat sejalan meskipun saling melengkapi satu sama lain karena perasaan lahir dari hati nurani yang dimilki setiap insan pastinya. 

2 komentar:

  1. Keren, q minta untuk bahan referensi tugas ya???!!!! makasih

    BalasHapus